Jatuh.

Sudah ku bilang kan, aku mudah?
Bahkan sekarang, rasanya, aku sudah jatuh.

Menyangkal? Sering.
Aku sudah pernah jatuh beberapa kali
Dan selalu ku sangkal berkali-kali

Aku takut.
Tentu saja.

Hanya kali ini, aku mencoba untuk tidak menyangkal
Tapi masih dengan pikiran negatif yang terus berkeliaran

Dan jika memang ternyata dia tidak
Dan jika memang ternyata dia berhenti
Dan jika memang akhirnya hanya aku yang jatuh
Jujur, aku tak mau
Tapi, bukankah aku harus siap?
Continue reading Jatuh.

Egois.

Bukankah itu egois?

Didepan orang lain, saya selalu menjadi orang yang paling banyak cerita.
Dihadapan orang lain, saya selalu ingin didengar.
Konyolnya, saya pernah mengatakan kalau saya ini pendengar yang baik.
Nyatanya, itu hanya pengakuan dari pemikiran saya yang menggelikan.
Nyatanya, saya tidak mampu membuat orang lain betah menjadikan saya tempat bercerita.
Nyatanya, saya masih sering datang pada orang lain hanya untuk didengarkan.

Miris.
Saya begitu miris, karena pernah percaya diri tentang hal ini.

Bukankah itu egois?
Continue reading Egois.

Pelabelan

Waktu itu saya duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar dan ada suatu peringatan besar. Sekolah pun memutuskan untuk mengadakan lomba demi memperingati hari besar itu. Salah satu lombanya yaitu menyanyi. Masing-masing kelas harus memberikan perwakilan satu laki-laki dan satu perempuan untuk bernyanyi solo. Demi menyukseskan acara itu, wali kelas mengajak para murid untuk berdiskusi mengenai siapa yang harus menjadi perwakilan kelas kami.

Beberapa murid dengan semangat menunjuk seseorang untuk menjadi perwakilan solo perempuan dari kelas kami. Biarkan saya menggunakan 'V' sebagai inisial namanya. Gadis itu adalah gadis pintar dan cantik, kulitnya putih karena keturunan Tionghua, sering kali ranking 1 di kelas, beberapa kali tampil di atas panggung aula sekolah untuk bernyanyi. Sedangkan perwakilan laki-laki, para murid bersemangat menunjuk salah seorang teman saya yang juga pintar. Perawakannya agak rendah meskipun dia ganteng dan putih karena keturunan Tionghua juga. Cukup menjadi perhatian di kelas karena tingkah lakunya yang kadang kala konyol sampai membuat orang lain tergelak. Inisialnya, 'G'. G langsung menolak ketika ditunjuk. Meskipun begitu, wali kelas dan teman-teman saat itu tetap membujuknya.

Bu guru sempat bertanya, siapa yang bersedia mewakili kelas untuk lomba ini. Seorang anak laki-laki pun sempat mengangkat tangannya. Anak ini memiliki tubuh yang sedikit berisi dan warna kulitnya sawo matang. Dia bukan anak pintar dan ranking seperti V dan G, bahkan ia sering kali berada di urutan terakhir untuk ranking di kelas. Tapi yang saya tahu, dia punya suara yang indah. Saya beberapa kali mendengarnya bersenandung di kelas. Saya rasa menyanyi adalah hobinya. Saya akan menyebutnya, 'C'.

Sayangnya, pengajuannya saat itu tidak terlalu ditanggapi oleh bu guru. Sang guru hanya memperhatikan teman-teman yang hanya terus membujuk G untuk tampil. Yang lainnya seolah tak peduli, termasuk saya yang sama sekali tak ikut bersuara dari awal diskusi. Bu guru dan teman-teman pun tetap memaksa G untuk mewakili kelas. Lalu G menurut dengan terpaksa.

Saya tidak mengingat dengan jelas bagaimana ekspresi C saat tahu bahwa dia tidak dipilih. Tapi sekilas, saya sempat melihat raut kecewa yang memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum dan mengangguk kala bu guru bilang, "Nanti dulu, ya. Kamu lain kali saja.". Kemudian saya ikut merenggut sedih dan sedikit berharap agar C yang seharusnya tampil.

Di hari H, V sudah maju ke dekat panggung untuk bersiap-siap. Sayangnya, G tiba-tiba menolak untuk tampil. Sang wali kelas kalang kabut. Memaksa G sudah tak bisa ia lakukan lagi karena G sama sekali tak mau. G dengan kekeuh menolak. Kala itu, V sudah selesai tampil dan yang harus tampil selanjutnya adalah G. Dalam kondisi genting itu, sang wali kelas akhirnya menarik C. Memasangkannya dasi kupu-kupu dan mendorongnya naik ke atas panggung. Kemudian kami, untuk pertama kalinya mendengarkan suara merdunya di atas panggung.

Setelah sekian lama hal itu terjadi, saya jadi berpikir, apa mereka tidak ada latihan? Mengapa G bisa hampir tampil kalau ternyata C yang sebenarnya lebih pantas mewakili kelas? Mengapa saat itu rasanya semua yang ditunjuk mewakili kelas hanya mereka yang pintar saja? Mengapa saat pemilihan perwakilan lomba menyanyi, tidak menyuruh mereka untuk membuktikan suaranya?

Kejadian tak menyenangkan semacam itu sering saya lihat dialami oleh C, karena saya selalu 1 kelas dengannya. Saya juga ingat waktu kelas 3, C pernah dihukum, disuruh buka baju, dan dadanya di gambar-gambar oleh bu guru. Melihatnya menangis, membuat saya jadi tak tega. Terakhir kali melihat C adalah waktu kami kelas 5. Ketika ia disuruh kedepan kelas untuk menyampaikan kata-kata terakhir kepada teman-teman dan bu guru, karena saat itu ia dinyatakan tidak naik kelas.

Setelah belasan tahun berlalu, kejadian itu masih berada di tumpukan ingatan-ingatan dalam kepala, yang entah mengapa ceritanya secara garis besar tak pernah saya lupakan. Kalau saja saya bertemu dengannya secara tak sengaja dan kami saling mengenal, itu pasti akan menjadi hal yang mengejutkan. Apalagi jika ada waktu untuk mengobrol beberapa waktu, mungkin saya akan menceritakan cerita itu lagi, kemudian memuji suara indahnya yang belum sempat saya katakan dulu. Sekalian meminta izin dan maaf, karena ceritanya diunggah disini. 

Tapi sebenarnya, saya juga tak yakin hal itu terjadi. 
Memuji suaranya? 
Hei, bukankah saya pemalu? Bagaimana saya bisa mengatakan hal itu terang-terangan padanya?
Continue reading Pelabelan
,

Senin, 30 Desember 2019

Pikiran negatif yang 'katanya' distorsi kognitif ini ternyata masih saja tinggal didalam kepala. Hal buruk yang kupikir sudah bisa kuatasi di tahun 2018, nyatanya kembali lagi. Mereka ini, entah kemarin memang sudah hilang, atau hanya sekedar bersembunyi di sela-sela ingatan. Lalu dengan kurang ajarnya, muncul lagi ke permukaan. Mendominasi pikiranku dengan mudahnya. Menghantuiku dengan kekuatannya. Membuatku bertanya-tanya, “Mengapa ini bisa terjadi lagi?”. Lalu dengan bodohnya, menyalahkan Yang Kuasa.

Awal tahun 2019, mereka kembali. Menyerangku seperti dulu. Bahkan ketika aku sudah banyak mengetahui alasan dan solusinya, mereka tetap tak bisa dicegah. Walaupun masih bisa kuatasi di beberapa situasi, mereka tetap berhasil membuatku merasakan hal yang sebelumnya tak pernah kurasakan, melakukan hal buruk yang sebelumnya tak pernah kulakukan.

Tahun 2020, aku hanya ingin mereka tak membuatku semakin buruk. Kalau memang mereka tak mau melepaskanku, setidaknya, jangan persulit aku. “Hei, aku membenci kalian, distorsi kognitif. Umurku sudah 22. Kau tak berhak mengganggu kehidupanku yang sudah seharusnya melangkah lebih maju ini. Jadi, biarkan aku mengendalikanmu”.
Continue reading Senin, 30 Desember 2019

BTS' Poems (English)

BTS' Poems @run BTS! Ep. 56
Aired on V LIVE, July 24th 2018


GOLD
By Jeon Jungkook

When my mother had me, she dreamed about golden rain
Wherever the rain goes, things turn into gold
I could not do anything
I met you in the golden time
I find myself starting to shine
At first I was gold
I looked around after a while
Everything around me turned into gold
I don't want to lose this priceless light


IT'S NOT A BIG DEAL
By Kim Taehyung

It's not a big deal, Seokjin
Don't be sad when you make a mistake while dancing
It's no big deal
You just don't have to make the same mistake
Cheer up, cheer up
Namjoon, don't panic after blowing a kiss
It's no big deal
Your blowing kiss makes a lot of army's hearts flutter
Pound, pound
Yoongi, you want to be a stone in your next life
Don't worry
It's not a big deal
I'll bring you to a lot of beautiful places
Stone, stone
Hoseok, you give us a scary look when we make a mistake on stage
Don't do that
It's no big deal
A slip of a wise man, everybody makes mistakes
Understand it with a warm smile
Bboing, bboing
Jimin, because of a diet and singing out of tune, or making a mistake on stage, don't be stressed out
It's no big deal
No matter you do on stage, it won't change the fact that you're the coolest performer I've ever seen
Gasp, gasp
Jungkook, stop exercising to tease us more
Iy's no big deal
The more you act cute, the cuter you look. You're not cute anymore
Coachie, coachie


TO BE TOGETHER 
By Park Jimin

To be together is very hard
To meet a stranger, to meet different people
I come to think if I make a mistake or what is wrong with that person
To be together is hard
But without them, I feel empty
When I'm happy, sad, or want to be comforted, they come to my mind to my surprise
Those who were with me are with me know as 'us' which I feel so grateful for
We became to share small things
I hope they stay healthy
Again today, we are together as night sets in
I think that is what being together is like


I GIYEOK
By Kim Namjoon

I remember
Taehyung's half buzz cut
Jungkook's Bambi eyes and stonewash skinny jeans
Hoseok's gray padded jacket
Yoongi's blue sweatpants
When Seokjin wasn't into dad jokes
Jimin's chubby body
I remember
Our Han River, our bikes, our Gxxx v necks, our Gxxx chino shorts, our showcase, our bulgogi, our chairs in the waiting room, and our blood sweat and tears
All those memories are in the corner of the drawer in my head
All those memories are like 'giyeok', the first Korean alphabet consonant
My precious first
So again today, 'I giyeok' memories


SEED (Mr.) 
By Jung Hoseok

Mr. Namjoon, Mr. Seokjin, Mr. Yoongi,  Mr. Jimin, Mr. Taehyung, Mr. Jungkook, and Mr. Hoseok
These seeds became beautiful flowers
They bring beauty to someone
They bring joy to someone
They bring the scent of memories to someone
Mr. Namjoon, Mr. Seokjin, Mr. Yoongi,  Mr. Jimin, Mr. Taehyung, Mr. Jungkook, and Mr. Hoseok
Bloom like a rose, flutter like a cherry blossom
Fall-like morning glory, like a morning glory
Just like a beautiful moment
Let's stick together
I love you
Saranghae


WHAT A RELIEF
By Min Yoongi


It's already been 5 years since we debuted
Just the boys with many dreams
We had nothing, but we have many things now
We were only dreaming, but we became a dream of someone
Life is full of choices and regrets
I'm scared, and so we are
We dreamed about flying high up in the sky
But it's too high and cold
It's hard to catch our breath
The Brighter the light on us, the darker the shadow
What a relief that we have 7 members
What a relief that we have each other


RUN BTS!
By Kim Seokjin

We worked around the clock
Run BTS! and BTS alike
Everything in the world gets tired
I want to hope that this is not the moment
I wanted to go with the flow
But I realize I'm a man who lives fiercely
We were always happy and achieved anything we want together
But we can't go against nature
Looking at myself growing older, I look back on out dance
I'm so tired
Mr. Seongduk, so many dance moves are too difficult, I trust you
Namjoon, let's go for it


Note:
'Seed' is the pronounciation of 'Mr' in Korean Language.
Continue reading BTS' Poems (English)