Aku duduk di sisi paling kanan ruangan. Dari sini, aku bisa
melihat semua orang di ruang makan. Orang-orang duduk berkelompok. Kebanyakan,
duduk berdekatan dengan teman sefrekuensinya.
Suasana ini seperti bertahun-tahun lalu, ketika aku ada di tengah-tengah lingkaran ini sebagai murid. Sekarang, aku kembali lagi, sebagai pegawai.
“Del, kamu lihat ga tadi….” seseorang membuyarkan lamunanku. Aku mengalihkan perhatianku padanya. Tersenyum
dan ikut larut dalam obrolannya.
Sebetulnya aku lebih banyak mendengarkan dan merespons ceritanya,
sih.
Selesai makan dan ngobrol-ngobrol, kami kembali ke kamar
masing-masing, bersiap-siap untuk melanjutkan acara retreat hari itu. Aku merogoh
kantung celanaku ketika teman sekamarku dari kejauhan menghampiri, “ayuk kita
balik ke kamar”, memastikan kalau kunci kamar masih ku simpan dengan baik.
Di jalan menuju kamar, ingatanku kembali pada masa remajaku.
Perasaan asing, berbeda, dan tidak percaya diri itu masih
ada.
Tapi, sekarang berbeda.
Sudah tidak ada rasa benci pada situasi seperti ini.
Sudah tidak sebaper dulu.
Sudah bisa berbaur dan biasa-biasa saja kalau sendirian.
Sudah tidak terlalu memikirkan hal-hal kecil yang mungkin
akan membuatku tersinggung.
Hal-hal buruk itu masih ada.
Tapi, setelah 10 tahun berlalu, sudah tidak sekelam dulu,
ya? Rasanya jauh lebih baik.